Phobia Darah

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya, termasuk diriku. Entah mengapa ini baru kusadari ketika aku dewasa, bukan di saat aku kecil. Jadi ketika itu aku membantu ibu masak di dapur waktu kelas 2 SMA dulu, tiba-tiba jariku kena pisau yang menyebabkan berdarah. Aku langsung mengambil betadine dan meminta adikku membeli plester untuk menutupi luka di jari. Dan tidak tahu apa yang kemudian terjadi, tiba-tiba semua gelap. Selang waktu kemudian, aku sudah berada di kursi, antara sadar dan tidak sadar aku tahu ada yang berusaha membangunkanku. Dan kemudian aku diberi teh manis hangat. Setelah itu aku diberi tahu kalau aku habis pingsan. Dan penyebabnya tidak diketahui. Yah, mungkin hanya sekedar lemas. Dari sana aku mulai bertanya-tanya, belum sampai menuduh diri sendiri kalau phobia.

Tapi memang aku sadari, kalau aku tidak bisa melihat video atau apapun itu yang menayangkan manusia yang berdarah-darah entah karena kecelakaan dan lain sebagainya. Pasti aku akan mengelak, atau minimal tutupan bantal -_______-“.

Lama kemudian aku tidak mengalami luka yang menyebabkan keluar darah, karena sebisa mungkin aku sangat berhati-hati agar tidak sampai keluar darah dari luka di badanku. Termasuk ketika praktikum anfisman semester 4 lalu. Dimana praktikum anfisman ketika itu all about blood (hix). Aku sudah bilang ke teman-teman di satu kelompokku, “Maaf, kalau aku nggak bisa ikutan ‘nyumbang’ darah untuk bahan uji.” Temanku gak mempermasalahkan. Kelompokku waktu itu berisi 5 orang, semuanya diambil darahnya, kecuali aku. Sampai suatu ketika temenku bilang, “Zalf, darahnya kurang, kamu mau ya?” hix, aku yang gak tega temenku dah gak bisa ngeluarin darah lagi, akhirnya menyodorkan tanganku. Salah seorang temanku menusuk jariku dengan jarum lalu mengambil darahnya. Sedikit darah yang keluar sebenarnya. Tapi tiba-tiba kepalaku pusing, lemes, air mata keluar, dsb, dan akhirnya cuma bisa bilang “ran, stop ran” dengan lirih tak berdaya, dan akhirnya kepalaku kurebahkan di atas meja. Orang-orang disekitarku mulai mendekatiku, antara sadar dan tidak sadar aku mendengar suara mereka. Namun kemudian, ada seseorang yang memberikan teh manis hangat yang membuat badanku lumayan agak segar. Walaupun akhirnya praktikum itu kulanjutan dengan diam dan tak berdaya, karena aku masih menahan rasa lemas dan malu. Ya Alloh, badan segede ini masak hampir pingsan hanya karena lihat darah?? Sampai saat itu, aku masih belum berkeyakinan kalau aku phobia darah. Sampai akhirnya kutanyakan ke seseorang yang sedang kuliah di kedokteran. “Itu phobia, zalfa,” katanya. Aku masih tak percaya, yah karena aku pikir, masak udah sebesar ini takut sama darah yang cuma beberapa tetes aja? -________-“. Dan aku tidak memiliki pengalaman buruk atau trauma terhadap darah. Sehingga aku pun bertanya-tanya, kok bisa phobia?

Di kos ketika itu juga pernah, sore-sore sepulang dari kampus, hampir maghrib, aku masak di dapur. Dan tiba-tiba jariku kena kaleng aluminium yang menyebabkan jariku keluar darah. Langsung aku kasih betadine dan bertanya ke anak-anak kosan siapa yang punya plester (hix, walaupun aku tahu phobia sama darah, tapi tetap saja nggak sedia plester pribadi). Setelah jariku kuplester (pokoknya luka harus segera ditutup biar gak semakin banyak darah yang keluar), aku mencoba menenangkan diriku tapi dalam keadaan berdiri, ‘tenang zalf, tenang, ini cuma luka kecil’. Tapi lama-lama kakiku tidak kuat, nafas menjadi tidak teratur, dan badanku menjadi tegang. Akhirnya aku mengalah, tiduran di atas tempat tidur sambil menenangkan nafasku baru sekitar 10 menit kemudian, aku berani berjalan ke belakang untuk mengambil air wudhu.

Hix, jujur, aku malu, siapa sih yang pingin merasakan ini? Siapa yang pingin coba? Atau ini karena karma? Dulu ketika aku kecil, aku pernah berkomentar,”orang pingsan sih rasanya kayak apa ya? Belum pernah ngrasain, pingin ngrasain jadinya.” Hix, sekarang dikasih ‘kesempatan’ buat pingsan, tapi karena hal ini😦.

Aku mencoba belajar secara perlahan. Walaupun aku masih saja selalu menolak ajakan teman untuk menonton video yang ‘mengerikan’ seperti operasi bedah (yang perutnya katanya ‘diubek-ubek’, huex), pembantaian, atau yang semacamnya.
Mulailah aku googling mencari gambar darah untuk membiasakan. Ketika mengetikkan kata ‘darah’ di penelusuran gambar google, dalam hati ada perasaan dag dig dug. Astaghfirulloh…apakah sebegini takutnya aku. Perasaan itu tidak bisa kukontrol, rasa takut itu entah datang darimana. Setelah muncul gambar-gambarnya, aku bernafas lega, karena gambar yang muncul paling atas di deretan pencarian adalah gambar darah yang lucu, hehe. Gambarnya kayak gini:
Lucu ya...:D
Aku telusuri ke bawah, tidak ada gambar aneh-aneh yang ‘mengerikan’. Namun, akhirnya aku menemukan gambar mengerikan yang akhirnya membuatku menaik kursor ke atas lagi, hehe.
Revolusi tahun ini adalah: gak phobia darah lagi. Entah gimana caranya, yang jelas d akhir 2012, aku gak boleh phobia darah lagi (orang2 teh revolusi tahun ininya pada nikah, punya anak, nulis buku, lulus kuliah, eh ni anak ‘cuman’ gak phobia darah lagi -________-“)

ini gambar dari googling.....

5 thoughts on “Phobia Darah

  1. aku juga kaya gitu loh…aku kalau ngeliat darah langsung lemes dan semua pandangan gelap…tpi klo aku ngelaiat sapi dipotong gak takut tapi klo ngeliat darah manusia uhh..langsung gak berdaya aku😦

  2. jadi gitu ya yg namanya phobia. aku juga pernah ngalamin kek gitu. tapi sampe sekarang aku selalu g percaya aku phobia darah. rasanya g mungkin kan seorang bidan phobia dara? padahal, kerjaannya nanti bantuin orang melahirkan yang pastinya banyak ngeluarin darah. tapi itu yg aku lamai. setiap ngliat darah, ntah kenapa tiba2 badan aku lemes. buat megang pena aja g bisa saking lemesnya.
    sedih banget… gimana aku bisa jadi bidan kalo aku sendiri phobia???😥

  3. Senasib mbak…btw…itu kok gambarnya ada darahnya…untung nda liat lama (tapi udah langsung lemes ini -___-” )
    Qadarullaah kemarin Senin saya melihat mbak-mbak korban tabrak lari di dekat kampus, maksud hati mau menolong, nda taunya mbaknya udah banjir darah…seketika saya mundur, kepala saya langsung kliyengan, mual, badan menggigil. Saya demam 2 hari…-____-”
    Qadarullaah wa maasyaa a fa’al…

  4. kalo saya pertama kali ngerasain gejala2 seperti kepala kloyongan badan kaya menggilil terutama di sekitar kepala mata kunang2 kalo ngliat darah jumlah banyak, pas waktu masih sekolah STM niat bantu temen yg kena luka bacok tawuran dengan darah berceceran di lantai klinik 24 jam, selang gak berapa lama tanda2 itu datang dan akhir nya saya mundur dan duduk rebahan dengan rasa kepala kloyongan agak menggigil dan mata kunang2. padahal saya sering ngliat hal seperti itu bahkan baju sekolah yg saya pakaipun pernah berlumuran darah tp saya masih seger2 aja, tp enggak semenjak kejadian saat itu dan sampe sekarang barusan sebelum saya comment disini liat video di youtube tentang orang di bacok sampe berlumuran darah dengan posisi tergeletak di jalanan, di genangi darah yg terus ngocor dari badan nya tp masih hidup.. tp tiba2 lgsung merasa mual, kepala kaya mau kunang2 plus dingin sejuk begitu ( kaya gejala mau pingsan). trus langsung aja saya turunin cursor dan baca comment2 nya aja tapi suara org2 yg video itu yg secara tidak langsung menggambarkan kejadian nya tetap aja bikin kepala agak mau kloyongan, dan akhir nya saya close aja youtube nya dan langsung cari info di google tentang hal yg saya alami dan akhirnya bersandar di sini :p

    kira2 ini tanda kurang darah atau apa ya??
    kalo phobia kaya nya enggak deh, soal nya sebelum2 nya saya suka ngeliat yg berdarah darah tp sekarang kok malah sebaliknya ya ?. gak kuat ngliat sebentar gejala itu pasti langsung dateng dan saya pun segera kabuuuurr …😀

  5. Sama mba, aku jga iya ..
    Gag cma drah, bnda2 tajam jga aku tkut (pisau, silet, jarum, dll) atau bsa jdi luka, ,
    aku pernah pingsan wktu Lidah kponakan aku hmpir patah,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s