Kejujuran itu Mahal Harganya

Ketika di rumah kemarin, adik-adikku berkumpul, termasuk yang sedang SMA di luar kota. Dia bilang, “Aku dah terkenal pelit, nggak mau ngasih contekan”. Memberikan contekan jawaban ketika ulangan ke temannya atau pun mencontek ketika ujian, sama-sama tidak mau dilakukannya. Pernah suatu ketika sedang ulangan matematika, dan guru adikku itu bertanya, “Siapa yang sampai sekarang belum mencontek?”, dan spontan saja adikku itu langsung mengacungkan tangan. Di dalam kelas itu rupanya hanya adikku saja yang mengacung. Bangga? Tentu saja, karena anak-anak ayahku tidak ada yang suka berbuat curang. Tetapi juga miris. Apakah jumlah orang jujur semakin berkurang?

Lain lagi dengan adikku yang satunya lagi, sedang SMA juga namun satu kota dengan rumahku berada. Dia bilang, dia juga nggak pernah mencontek, tetapi kalau ngasih jawaban pernah. Jadi teringat ketika SMA dulu, teman satu bangku ku pernah ‘dilabrak’ oleh seorang teman hanya karena teman satu bangkuku itu tidak mau memberikan contekan.

“Kamu seneng kalau temenmu sampai ada yang nggak lulus?”
“Bukan gitu, kalau belajar bareng aku mau, tapi kalau ngasih contekan aku nggak mau.”
Kurang lebih begitu lah redaksinya (lupa, kejadiannya sudah hampir 5 tahun lalu). Aku yang duduk di sebelah temenku itu sedang membaca majalah, namun sebenarnya telinga dan fokusku ada pada pembicaraan mereka berdua. Alhamdulillah, tidak ada satu pun temanku yang berani ‘ngelabrak’ aku seperti itu. Atau mungkin sebenarnya temanku itu sengaja melabrak di depanku agar aku pun mendengarnya dan ikut ‘mikir’ juga? Ah, entahlah. Sedari dulu aku memang tidak mau mencontek atau pun memberikan contekan. Egois? Ya silakan simpulkan sendiri. Tapi buatku, apa sih manfaatnya mencontek? Tambah nilai? Nggak usah susah-susah belajar? Atau apa? Aku masih bertanya-tanya tentang ini. Karena bagiku tidak ada manfaatnya sama sekali melakukan kecurangan ini.

Dan di kampus ku sekarang, ada satu hal yang kusuka, yaitu nilai kejujuran di sini sangatlah dihargai. Coba saja kau berani mencontek, kalau dosen sampai tahu maka hukuman minimal yang akan kau dapat adalah tidak akan lulus plus skors satu semester. Kejam? Kalau dipikir-pikir memang kejam. Tapi itu juga untuk pelajaran buat yang lain agar tidak meniru perbuatan itu. Kalau ketika mahasiswanya saja sudah suka berlaku curang? Lalu bagaimana ketika sudah di dunia kerja nanti? Bahwa ada lulusan kami yang korupsi, itu memang benar. Tetapi tidak sedikit juga lulusan kami yang berkontribusi pada masyarakat. Kalau mau hitung-hitungan, aku masih yakin lulusan kami yang baik jauh lebih banyak daripada yang tidak baik, silakan disurvey saja…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s