Dua Nenek @Cisitu

Belum lama aku tinggal di daerah ini, belum genap empat bulan. Jadi satu-satunya jalan yang kuhapal (yah, karena aku memang tidak berusaha menghapal jalan2 tembus lain) adalah gang penghubung kos ku dengan pasar simpang—yah memang hanya itu.

Setiap dari kampus, jika tidak kesorean atau kemalaman, biasanya aku mampir belanja sayur di pasar simpang. Dari pasar simpang, jalan tembus yang biasanya kulalui untuk sampai ke kosan adalah lewat jalan kidang pananjung. Aku tahu, bagi sebagian besar penghuni cisitu, tentu saja jalan ini tidak asing. Tapi apakah semua yang melewati jalan itu memperhatikan ada apa di jalan itu?

Ironi, dua nenek yang umurnya kupikir tidak jauh berbeda, tetapi memiliki aktivitas yang sangat jauh berbeda. Satu nenek, dia duduk tak berdaya (ato pura2 tak berdaya) sambil mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang melewatinya. Terkadang ia membawa anak kecil—entah siapa, mungkin anak sewa an—untuk menambah kesan menderitanya kehidupan mereka. Ketika aku melewatinya, sama sekali aku tak meliriknya. Yah, aku sudah tahu bagaimana tabiat pengemis-pengemis di sini, yang terkadang sampai menghalalkan penipuan….Uang-uang receh itu mending buat pengamen, daripada buat pengemis di kota ini….

Dan satu nenek lagi, kau tahu? Nenek itu ada di gardu, berjualan sayur2an dan aneka yang lain. Seperti saat gerimis di siang itu, sebenarnya aku sudah belanja sayur di pasar simpang ketika pulang kuliah. Dan ketika pulang ke kosan, aku mampir ke gardu. Sebenarnya aku juga gak tahu mau beli apa. Nenek tua itu sedang membereskan dagangannya—yah, kalau hujan deras kan pasti dagangannya basah.

“Tahu atau tempe ada, Bu?” tanyaku—asli bingung mau beli apa, kupikir tahu atau tempe bisa kucampurkan di sayuranku nanti. Kalau boleh jujur sebenarnya aku sudah tak membutuhkan apa2, bumbu masih komplit di kosan, dan baru saja juga aku beli wortel, jamur, brokoli dan sayuran lain di pasar simpang. Aku umpetin blanjaan dari simpang tadi—gak kepenak kalau ketauan habis beli sayur di pasar.

Tapi ternyata tidak ada tahu atau tempe. Yah, memang yang dijual nenek ini tidak lengkap. Lalu nenek itu menawarkan kangkung padaku. Tapi aku tak membutuhkan itu. Di dekat kangkung ada beberapa roti, dan aku membelinya. Yah, setidaknya kalau roti bisa kumakan kapan-kapan, tidak harus pada saat hari itu juga. Lalu mataku berkeliling menatap dagangannya. Menatap rengginang yang masih mentah—tertarik untuk membelinya. Miris, aku melihatnya.

“Sebelum lebaran harganya 8rb neng, tapi sekarang dijual 6rb aja”. Sudah agak remuk, dan plastiknya agak bolong-bolong, jujur, walaupun aku suka sama rengginang, tapi saat itu aku tidak tertarik untuk membelinya karena melihat wujudnya. “Ya kan kalo pulang suka keseret2 neng, berat soalnya, jadi bentuknya gini.” Makin miris aku mendengarnya. Nenek yang asli Purworejo dan tinggal di cisitu 7 ini, membawa dagangannya di beberapa keranjang dari rumah ke gardu atau dari gardu ke rumah ketika pulang dengan BERJALAN KAKI. Beliau akan bolak balik dari rumah ke gardu sendirian. Jujur, untuk orang sepertiku saja, dari simpang ke kosanku (cisitu bawah lah ya), itu juga dah lumayan jalannya, nah apalagi ini cisitu 7? Bolak balik pula. Tapi itulah perjuangan nenek untuk tetap bisa makan.

Aku tak jadi membeli rengginang, namun membeli opak mentah yang bisa digoreng dan dimakan tidak pada hari itu. Yah, kalau kalian melewati nenek di gardu itu, mampirlah sebentar untuk membeli sesuatu. Meskipun kau tak membutuhkan itu, tapi percayalah, nenek itu membutuhkan meskipun hanya seribu atau dua ribu rupiah saja…..dan ini akan mengurangi beban bawaan nenek ketika pulang dengan membawa dagangannya……

One thought on “Dua Nenek @Cisitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s