Unpredictable

Aku teringat wawancara jumat pekan lalu. Saat aku dimintai komitmen untuk satu tahun sebagai konsekuensi diriku yang menginginkan pelatihan itu. Yah, aku memang tak bisa menjanjikan waktu satu tahun itu. Tak ada hal yang pasti yang ada di kepalaku untuk membayangkan apa yang akan terjadi di awal tahun 2012 dan seterusnya. Maka aku hanya bilang ke ibu yang mewawancaraiku itu bahwa aku punya komitmen untuk bergabung, namun aku tak bisa menjanjikan bahwa dalam satu tahun ini aku masih berada di Bandung. Itu jawaban paling jujur dariku. Beliau pun bertanya apa rencanaku setelah luus. Hmm…aku orang yang punya banyak plan untuk menyiapkan banyak kemungkinan yang terjadi. Kusebutkan semua plan yang ada di kepalaku. Hanya satu yang tak kusebutkan: menikah. Hahahaha, kalau aku menyebutkan ini, pastilah aku tak akan lolos😀. Apalagi kalau bilang: menikah dan bakal ngikut suami yang nanti bakal tinggal entah dimana.😀.

Aku berusaha tetap bicara seformal mungkin. Agak trauma karena aku baru sadar habis bicara tidak formal di telpon beberapa jam lalu dengan seseorang yang seharusnya aku bicara formal padanya😀. Mosok aku minta pihak lembaga tersebut sms aku, padahal aku dah di telpon😀.

Rencana Alloh memanglah yang terbaik. Sampai di hari itu aku masih yakin bakal tetap di Bandung (setidaknya untuk satu tahun ke depan). Tapi malam rabu kemarin, ktika tak kunjung datang informasi apakah aku lolos atau tidak (huaaaaaaa kapan lagi sebenarnya aku bisa bertemu dengan Prof Yohanes Surya…???) akhirnya aku sms temanku yang senasib ma aku. Dan ternyata memang hanya kami berdua yang tidak lolos karena kami memang tidak bisa menjanjikan tetap tinggal di bandung selama satu tahun ke depan. Dan sejak malam itu aku semakin mantap untuk segera meninggalkan Bandung setelah lulus s1…..

Entah apalagi yang akan terjadi. Setidaknya aku sudah mencoret ‘indonesia mengajar’ dan ‘apoteker’ dari deretan planku. Aku mencoret ‘indonesia mengajar’ dari plan hanya karena aku takut gak nemu kamar mandi tertutup d tempat terpencil itu (pengalaman fardes di tempat terpencil padahal masih di kabupaten bandung yang susah banget dapet kamar mandi tertutup). Sedangkan mencoret ‘apoteker’ dari plan hanya karena banyak kejadian yang sepertinya Bandung tak ingin aku ada disini😀. Tapi kemungkinan aku akan mengambil ‘indonesia mengajar’ ataupun ‘apoteker’ itu, masih bisa saja. Sekarang baru tanggal 29 Mei gitu loh, dan apa yang bakal terjadi itu masih jadi rahasia Alloh…..:)

Hidup memang banyak pilihan. Dan setiap pilihan pasti ada konsekuensinya…. Aku sangat bersyukur dan senang bukan hanya saat ternyata pilihanku tepat, tapi di saat aku berani memutuskan dengan mantap dan tegas…..

4 thoughts on “Unpredictable

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s