Sebutir Telur

Aku memberikan sebutir telur kepada seseorang untuk dijaga, jangan sampai pecah atau retak. Namun suatu ketika, seseorang yang kuamanahkan tersebut dengan sengaja menjatuhkan telur dari ketinggian satu meter dari atas lantai di depan mataku. Tak hanya retak, telur itu pecah berantakan, bahkan isi telurnya pun berserakan dimana-mana, kuning telurnya tak lagi bulat utuh.

Speechless aku melihatnya. Tak tahu apa yang harus kulakukan. Mau bagamaimanapun caranya aku tak mungkin bisa mengembalikan kepingan-kepingan cangkang telur itu menjadi sebutir telur yang utuh lagi. Mengumpulkan putih dan kuning telur untuk dimasak pun tak bisa. Telur itu telah berserakan, bercampur dengan kotoran dan kuman di lantai. Bercampur pula dengan serpihan cangkang yang tak mungkin dipisahkan. Yah, aku tak bisa melakukan apa-apa selain membersihkanl pecahan telur itu. Membersihkan lantai hingga seolah tak pernah ada telur yang pecah di atasnya. Hanya itu yang bisa kulakukan. Sebutir telur yang telah pecah tak mungkin lagi kukembalikan utuh, mau dengan cara apa pun.

Orang yang telah kuamanahkan itu pun berlalu sampai suatu ketika ia kembali ke hadapanku. Namun mustahil aku kembali memberinya sebutir telur…..dan hanya senyuman yang bisa kuberikan, bukan sebutir telur…..

4 thoughts on “Sebutir Telur

  1. Ooo, kalo ayam goreng aja gmna..
    kan murah tuh..
    dijatuhin jg gak pecah..😀

    Hebat euy..,
    habis mecahin telur dikasih senyuman..🙂

    -piss-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s