Cantiknya Kampusku

Sebenarnya, kuniatkan ke sabuga. Hanya karena kemarin siang tiba2 ada yang ngirim pesan ke ym ‘kadar glukosaku 71 mg/dl’. Kutanya, tes dmana? Katanya ada d sabuga. Aku tahu, dia mengirimkan pesan tersebut sebenarnya ingin ‘menyuruhku’ untuk tes kadar glukosaku. Ya, tanpa dia bilang, aku pun tahu.

Akhirnya, dengan badan yang masih agak lemas karena kemarin seharian aku demam, aku ke sabuga. Dan kuniatkan sambil jalan lewat dalam kampus, sambil foto2🙂. Ah, foto di bawah ini adalah salah satu jepretan foto pake hp. Coba, bisa nebak gak? Bagian mana yang kuambil? Bagus kan? Lapangan sipil di pagi hari…. Hmm…tak hanya pemandangan dan udaranya saja yang segar, bau tanahnya juga aku suka. Seandainya gak ada orang di sekitar sana, aku ingin merebahkan badan di atas rumput sambil memandang birunya langit dan mencium bau tanah dengan jarak yang sangat dekat.

rumput lapangan sipil ITB

Lain kali kalo mau jogging, tak perlu jauh2 ke sabuga yang penuh dengan pemandangan ‘telanjang’ itu, tapi cukup ke lapangan sipil saja, lebih sepi dan lebih dekat🙂.
Dari lapangan sipil, aku bagaikan ‘turis’ yang jepret sana sini. Tidak semua sudut kampus bisa kusinggahi, dan tak banyak pula foto yang kuambil pakai hp ku ini. Karena aku memang tak ingin berlama-lama. Dan mawar di depan PAU lagi-lagi mengambil perhatianku. Mawar merah, yang katanya melambangkan power of love (jadi inget ma kuliah TBA :D).

mawar depan PAU

Sampainya di sabuga, kucari yang tes glukosa itu, tapi aku tak menemukannya. Mungkinkah adanya cuma hari sabtu saja? Yah, akhirnya kuputuskan untuk pulang, dengan sebelumnya mampir pasar balubur dulu, untuk belanja. Masak sayur bening, bakwan jagung, sambel n gereh. Makanan-makanan itu rupanya bisa mengambil kembali nafsu makanku yang beberapa hari ini telah hilang.
hmm….tak jadi tes glukosa deh….d bmg ada ga tho?😀
ah, aku tahu, rasa pusingku yang dikepalaku ini sangat wajar. ketika kutanyakan ke dokter aku malah ditertawakan. ketika aku bilang, ‘saya suka pusing, dok’. apa jawabannya? “makannya gmana?tidurnya gmana?minumnya gmana?” aku cuma nyengir. dokter pun ikutan nyengir😀. “ya wajarlah kalo suka pusing, kalo makannya gak bener, tidurnya gak bener.”
yah, kepalaku suka sakit kalo cuma banyak pikiran, terlalu cape dan telat makan….
yang mbekam aku sekitar 2 pekan lalu juga bilang “jangan terlalu banyak pikiran, penyakit itu lebih banyak muncul dari pikiran.” darah yang mengalir keluar dari titik-titik bekam juga merah segar, bukan darah hitam khas orang penyakitan.

Hidup dan mati bukanlah hak kita yang mengatur. Tawakal itu merupakan ibadah hati, dan tidak terkait dengan anggota badan. Anggota badan harus bekerja keras seolah tidak ada tawakal. Sedangkan hati kita tidak menggubris keberadaan anggota badan itu, sehingga tidak akan memikirkan hokum sebab akibat, dan hanya terkait dengan Alloh saja……

Aku banyak belajar dari tiap peristiwa yang kualami. aku tahu, mengapa mamihku nyidamnya berat, aku tahu mengapa aku diberi nama dengan namaku yang telah orang tuaku berikan untukku, aku tahu mengapa setiap orang mendoakanku dengan senyuman yang tulus ketika aku terlahir. ya, itu semua agar aku kuat….
dan aku masih bertanya mengapa aku masih memiliki sisi melankolis yang sangat melekat dan susah dihilangkan? aku tahu, tak akan ada yang sia2 apa yang telah Dia berikan padaku. mungkin, sisi melankolis sekarang itu banyak memberiku air mata, tapi aku yakin suatu hari nanti sifat melankolisku ini sangat berguna untuk anak2ku kelak (entah mengapa aku bicara seperti ini, tapi ini yang kuyakini saat ini)

ya Allah, maaf kan aku, karena aku suka ‘bermain puzzle’ dengan-Mu. kini, sepenuhnya kuserahkan pada-Mu. aku tahu, sifat pasrahanku ini akan terjawab oleh-Mu dengan indah, seindah kau membuat orang2 tersenyum ketika ku menangis saat keluar dari perut mamihku…..

11 thoughts on “Cantiknya Kampusku

  1. Eloknya sudut kampusku…🙂
    coba fotonya diperbanyak.
    Jgn lupa sunken difoto jg… :p

    Al-Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
    “Kebaikan yang tiada kejelekan padanya adalah bersyukur ketika sehat wal afiat, serta bersabar
    ketika diuji dengan musibah. Betapa banyak manusia yang dianugerahi berbagai kenikmatan namun
    tiada mensyukurinya. Dan betapa banyak manusia yang ditimpa suatu musibah akan tetapi tidak
    bersabar atasnya.” (Mawa’izh Al-Imam Hasan Al-Bashri, hal. 158)

  2. penulis said; aku tahu mengapa aku diberi nama dengan namaku yang telah orang tuaku berikan untukku

    tanya, fatayah itu artinya apa menurut antum?

  3. wah…rame jg nih komennya.😀

    ijin melintas malem sist…😛
    sambil menengok yg lg belajar validasi…
    hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s