Bolehkah Aku Membaca Puisi Lagi?

sewaktu aku berjalan ke kampus pagi2 tadi, aku melewati depan sipil. di depan parkiran barat itu aku melihat baliho acara islamic book fair di braga. dan ada yang menarik perhatianku, jumpa dengan penulis bernama “kang abik” dan lomba baca puisi. tiba2 aku teringat diriku delapan tahun silam (wow, ternyata udah lama banget). saat aku ‘mencintai’ diriku lewat puisi2 yang kubuat (hmmm….cukup banyak juga, seratusan..), dan diriku yang suka membaca puisi atau main teater di beberapa event sekolah. sehingga suatu saat aku pernah menjadi ‘pembaca puisi terbaik’ d SMP ku dulu. dan ketika aku melangkahkan kakiku d salah satu sma favorit di kota kecilku, aku telah berjanji pada diriku, tak akan membaca puisi dan bermain teater lagi….
dan setelah melihat baliho tadi, tiba2 aku merindukan diriku yang dulu, pendiam–namun bisa mengungkapkan banyak hal lewat puisi dan naskah teater yang kumainkan. dan aku bertanya pada diriku, ‘bolehkah aku membaca puisi lagi?’. yah, dulu aku berjanji pada diriku sendiri, dan sudah seharusnya sekarang aku bertanya pada diriku sendiri, bukan ke orang lain.
maka, wahai diriku, bolehkah aku membaca puisi lagi? bukan untuk orang lain, aku hanya merindukan diriku yang dahulu….

One thought on “Bolehkah Aku Membaca Puisi Lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s