Belajar Manwir = Belajar Kehidupan?

Belajar Manwir = belajar kehidupan? Knapa aku bilang begitu?

Hehehe, dari beberapa kuliah Manwir (yang bagian setelah UTS) aku gak pernah dengerin kuliah d kelas (halah, yang sebelum UTS juga sama aja ga pernah dengerin be :p). Aku full mendengarkan selama 2 jam itu hanya saat kuliah tamu (hmmm roti kejunya enak :D).

Karena tak pernah mendengarkan kuliah itulah yang harus menyebabkan belajar sendiri lebih ‘dini’. Karena besok pagi jam 7 UAS manwir, huaaaaaaaaaaaaa. Ktauan banget aku baru baca materi kuliahnya ini sekarang (ni anak sbenarnya niat kuliah gak sih😦 ). Dan banyak kalimat amazing yang membuat hatiku ber-‘ooooh’….

Kubilang, aku bukan sedang belajar manwir, tapi aku sedang belajar kehidupan. Eh eh, yang belum tahu, manwir itu Manajemen dan Kewirausahaan..

Falsafah wirausaha itu ada 5, apa aja?
a. Banyak belajar mengenal diri sendiri
b. Kekuatan datang dari aktivitas sendiri
c. Gagal=pengalaman dalam belajar
d. Tujuan harus dikejar sesuai dengan kmampuan sendiri
e. Kesempurnaan tujuan bukanlah hal realistik dalam wirausaha, hasil yang dapat diterima lebih penting dari hasil yang sempurna.

Yah, belajar mengenal diri sendiri itu jauh lebih susah daripada mengenal orang lain, coz kita gak slalu bawa kaca kmana pun kita pergi (hehehe, becanda). Mengenal diri sendiri itu susah2 gampang, siapa kita, apa kelebihan kita, apa kekurangan kita, yang paling tahu adalah tentunya diri kita sendiri, bukan orang lain. Jadi, seharusnya mengenali diri sendiri itu jauh lebih mudah daripada mengenal orang lain. Tapi knapa kita lebih sering menghakimi orang lain daripada menghakimi diri sendiri? Jawab dalam hati masing2 yuk…..:)

Gagal=pengalaman dalam belajar. Hua…….ini bener gak ya? Secara teori sih bener, tapi kadang hati mengkutuki kegagalan itu. Padahal kita sedang ‘belajar’, gitu loh…..🙂. Seorang sahabatku yang sanguinis beberapa hari lalu sms “……menemukan mutiara di dasar lautan juga mesti ngadepin dahsyatnya gelombang samudra.” Surprise banget anak itu bisa sms kaya gitu, hahaha. Cukup menghiburku di saat kalut. Tapi tetep aja sanguinisnya keliatan, karena kelanjutan smsnya, “ tapi kalo kelamaan ya kelelep juga sih :-p hihihi”. Hohoho, jadi kesimpulannya?🙂

Terkadang kita suka mencari kesempurnaan, tapi apakah ada kesempurnaan di jaman sekarang ini? Aku pun lebih suka menggunakan kata ‘ideal’ daripada ‘sempurna’, dan itu terlalu subjektif untukku🙂

Lanjut belajar lagi yuk….
Nih, ada kalimat2 yang kusuka:
Keunggulan seorang entrepreuner: bukan ditentukan oleh besarnya keuntungan yang diraih, tetapi oleh kemampuan bangkit dari kegagalan.
Kalo kata prof yang mengajarkan kuliah ini, “berani sukses, berarti berani menghabiskan stok kegagalan”. Aku brani gak ya?😀

Ciri-ciri entrepreuner yang baik:
1. Berani mengambil resiko
2. Menyukai tantangan
3. Daya tahan yang tinggi
4. Visi jauh ke depan
5. Memberikan yang terbaik

Dah ah, sampe sini aja belajar Manwirnya (loh? Hahaha).
Intinya, yang ingin saya sampaikan sebenarnya, hidup itu susah2 gampang, kuncinya ada 3, lakukan yang terbaik, sabar dan syukur. Siapapun yang bisa menerapkan ketiga poin itu, insya Alloh hidupnya tenang. Kita tak bisa menilai kehidupan seseorang hanya dari fisik ataupun hartanya, tapi dari kekayaan hati yang tak terukur nilainya itu…🙂

Semoga sukses untuk uas dan episode hidup lainnya, teman2…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s