SHERPA

sabtu siang kmarin, salah satu teman di kelompok micro teachingku ada yang membawakan topik ini. ketika ia menyebutkan kata ‘sherpa’, aku langsung menatap wajahnya dan perhatianku langsung terfokus padanya. kata yang baru pertama kali kudengar ini tentu saja membuatku penasaran dan penuh tanda tanya. apa itu sherpa? kupikir itu sejenis apa gitu, aku juga gak kbayang apa an itu sherpa😀. Allan namanya–anak elektro 2009–kemudian melanjutkan ceritanya.
hayo, siapa yang mendaki mount everest pertama dan kedua kalinya? aku gak tahu, yang jelas orang bule, bukan orang indonesia😀. nah, tahu kan mount everest? pasti tahulah, walaupun belum pernah kesana😀. orang yang berhasil mencapai puncaknya dulu pastinya akan langsung terkenal karena media akan mengeksposnya. nah, begitu pula dengan orang2 yang awal bisa mencapai puncak everest ini. tiba2 dia menjadi orang terkenal dan menjadi ‘orang hebat’. tapi tahukah kalian teman2, kalau orang yang membawakan barang2 para pendaki itu jauuuuuuuuuuuuh lebih hebat. karena mereka berhasil mencapai puncak everest juga dengan membawa barang bawaan para pendaki yang berat itu. dan mereka adalah yang disebut para SHERPA. ada media yang kemudian berhasil menemukan jejak sherpa yang menemani pendaki yang bisa menakhlukan everest itu, dan media itu pun bertanya ke sherpa itu mengapa ia mau melakukan tanpa diketahui publik, padahal sesungguhnya para sherpa itu jauh lebih hebat daripada orang yang kita kenal sebagai penakluk everest itu. jawabannya sungguh sederhana (tapi susah aplikasinya euy :D). “I LOVE MY JOB, dan sudah sepantasnya kita melakukan yang tebaik dengan pekerjaan kita.”
like this!!!! aku tertohok dengan kalimat itu dan tiba2 aku jadi merenungi diriku. yah, sudah sepantasnya dan seharusnya kita melakukan yang terbaik dengan pekerjaan kita, apapun itu, lakukan lah yang terbaik.
terkadang kita melakukan sesuatu hanya sekedar untuk ‘mengalahkan orang lain’. ‘karena dia hebat, maka aku harus lebih hebat lagi’. padahal semua manusia sudah ada porsinya masing2, yang kita lakukan hanyalah lakukan yang terbaik. simpel bukan? tapi aplikasinya yang susah🙂.
dan selama 6 tahun ini aku sangat sering dihadapkan dengan ‘pekerjaan’ yang sebenarnya ‘bukan gue banget’. tapi waktu yang akan menjawab sebenarnya yang dari ‘bukan gue banget’ bisa jadi ‘gue banget’🙂.
yups, yang penting lakukan yang terbaik apa yang dihadapan kita. do the best!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s