Keindahan Sebuah Makna

KEINDAHAN SEBUAH MAKNA

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia…..”
(Q.S. Sad:27)
Ayat tersebut menjelaskan kepada kita bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini diciptakan dengan penuh manfaat dan hikmah. Setiap apa pun yang ada, setiap apa pun yang tercipta pastilah memiliki manfaat dan arti yang besar bagi alam dan manusia. Tidak terkecuali sesuatu yang dimata kita mungkin amatlah buruk.
“….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Sesungguhnya Alloh mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(Q.S. Al-Baqoroh: 216)
Banyak peristiwa yang terkadang sering kita anggap sebagai musibah mengerikan yang sia-sia. Padahal tidak ada sesuatu apa pun yang Alloh ciptakan tanpa ada maksud dan tujuan, sekalipun itu merupakan musibah.

Bagaimanakah kita menyikapi peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi di sekeliling kita? Banjir yang telah menjadi langganan tahunan di Jakarta dan kota-kota lainnya, tsunami, tanah longsor, kelaparan di lumbung padi, flu burung yang yang masih menjadi terror di masyarakat, dan peristiwa lainnya. Jika kita renungkan kembali, peristiwa-peristiwa tersebut merupakan sebuah ujian atau adzab dari Alloh?
Telah satu tahun lebih terjadi, namun tentu saja tidak akan bisa hilang begitu saja dari ingatan kita. Peristiwa terdahsyat yang memakan begitu banyak korban sepanjang sejarah ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga terjadi di Thailand, Srilanka, dan juga India. Ombak-ombak bergulungan memakan apa pun yang dijumpainya. Ratusan ribu orang meninggal dalam keadaan yang berbeda-beda. Itulah tsunami, 26 Desember 2004.

Segala sesuatunya pasti ada makna di dalamnya, tak terkecuali tsunami. Tidak dipungkiri, memang tsunami tersebut telah memakan banyak korban dan kerugian finansial yang sangat besar. Namun, dengan tsunami tersebut telah membuktikan bahwa kita manusia, sekuat apa pun, bukanlah apa-apa di hadapan Alloh, Robb pencipta alam semesta. Alloh berkehendak atas apa pun yang diinginkan-Nya. Banyak peristiwa yang menunjukkan kekuasaan Alloh. Alloh menunjukkan kekuasaan-Nya salah satunya dengan masjid-masjid yang masih tetap berdiri kokoh, padahal di sekelilingnya telah rata dengan tanah akibat terjangan tsunami. Masjid-masjid tersebut diantaranya yaitu, Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Masjid Raya Kota Meulaboh, Masjid Kampung Suak Patung Kawai XVI Meulaboh, Masjid Al-Ikhlas Kampung Lang Kruet, dan masih ada yang lainnya. Masjid-masjid tersebut menjadi bintang di antara reruntuhan. Kokohnya masjid-masjid tersebut memberikan peringatan kepada kita bahwa hanya Alloh lah tempat kembali manusia. Itulah pelajaran bagi orang-orang yang ditakdirkan selamat agar mereka kembali membangun Aceh dan kembali ke jalan Alloh.

Tsunami telah mengingatkan kita betapa dekatnya kematian dengan kita. Jikalau telah ditakdirkan meninggal, maka meninggalah tanpa diubah waktunya sedetik pun. Namun, jika belum waktunya meninggal, gelombang dahsyat tsunami pun tak akan bisa memakannya jika Alloh belum berkehendak.
Semuanya ini mengingatkan kita bahwa betapa berharganya nyawa kita. Oleh karena itu bagi kita yang masih diberi-Nya kesempatan, kita harus berbuat baik walaupun cuma sedetik atau pun dua detik. Itu jauh lebih berharga daripada mempunyai nyawa satu hari tanpa bisa berbuat apa-apa.
Tsunami tersebut mengingatkan kita agar tidak berbuat maksiat kembali. Karena maksiat itu dapat mendatangkan murka Alloh.

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu kesenangan kepada mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”
(Q.S. Al-An’am: 44)

Peristiwa tsunami itu juga secara tidak langsung telah mendamaikan kembali antara pemerintahan Indonesia dengan GAM yang sempat tegang. Selain itu juga meningkatkan rasa persaudaraan di antara kita. Berbondong-bondong bantuan berupa materi dan non materi datang dari berbagai penjuru di wilayah Indonesia, bahkan dari luar negeri seperti dari Malaysia, Arab Saudi, Jepang, dll.
Gelombang tsunami itu mengisyaratkan akan adanya gelombang bantuan, simpati, air mata, untaian doa yang berluncuran dengan dahsyatnya dari penjuru tanah air. Aliran doa dari berbagai pihak mengalir, walaupun tak ada hubungan darah. Namun, tali aqidah lah yang menyatukan kita dalam untaian doa tersebut.

Jika kita mau menengok ke belakang, kita akan menyadari bahwa apa yang selama ini kita anggap sebagai keindahan, sesungguhnya merupakan hasil peristiwa yang menakutkan dan mengerikan. Kita semua mengiyakan bagaimana keindahan air terjun Niagara walaupun mungkin kita belum pernah melihatnya secara langsung. Ribuan pengunjung datang dan mengaguminya setiap hari tanpa tahu awal mula terjadinya air terjun tersebut. Tahukah kita bahwa keindahan air terjun itu berawal dari peristiwa dahsyat yaitu terangkatnya permukaan bumi dengan drastis sehingga lebih tinggi dari permukaan lainnya? Namun, lihatlah keindahan apa yang terjadi kemudian. Berbondong-bondong orang ingin melihat sendiri bagaimana keindahan air terjun tersebut. Tetapi bayangkan apa yang terjadi apabila kita melihat peristiwa menakutkan yang melahirkan keajaiban dan keindahan dunia tersebut.
Begitu pula dengan Grand Canyon. Jurangnya yang begitu panjang mendalam dan kelokan-kelokan jurang yang nampak begitu indah, selalu mengundang rasa takjub bagi yang memandangnya. Palung-palungnya luar biasa indahnya. Padahal, pemandangan yang indah ini dulunya adalah bumi yang terbelah dan tanah yang merekah dengan dahsyatnya.

Tak hanya air terjun Niagara dan Grand Canyon saja yang terlahir dari sebuah peristiwa yang menakutkan. Pulau-pulau kecil yang indah, gurun pasir yang mengelilingi Gunung Bromo. Bahkan, bumi cantik yang kita singgahi sekarang ini adalah hasil dari ledakan yang dahsyat dan mengerikan, Big Bang.
Oleh karena itu, peristiwa mengerikan yang terjadi di Aceh atau pun di daerah lainnya harus kita maknai dan mengubahnya agar menjadi keindahan di masa yang akan datang. Tidak hanya indah secara lahir saja, tetapi juga secara batin. Jikalau bukan kita yang merasakan keindahannya kelak, masih ada anak cucu kita yang akan merasakannya, seperti kita dapat menikmati pemandangan air terjun Niagara, Grand Canyon, atau pun lainnya seperti sekarang ini.

Mati syahid sakit tiada
Sama seperti mengerta kuku
Jangan katakana mati mereka
Mujahid abid selalu hidup1

1Syair Teungku Chik Pante Kulu yang dikenal dengan Hikayat Perang Sabil
****

Tulisan di atas adalah tulisan sekitar 5-6 tahun silam.
Ketika kita berusaha mengeja nikmat-Nya, maka akan kita dapati bahwa kita termasuk orang-orang yang kufur nikmat………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s