A simple question: why man marry a woman?

A simple question: why man marry a woman?

Iseng2 pagi buta saya menulis tulisan ini. Iseng2 buka FB, ada yang pasang status pertanyaan seperti di atas. Saya tidak tergelitik untuk komen, tapi saya tergelitik untuk menuliskan sesuatu di azalea ku (nama laptopku yang saya ambil dari salah satu bunga) (anu pada dasarnya wis puyeng gak ada ide buat nulis laporan deng :D).

Ok, kembali ke topik awal, apa yang membuat saya agak tertarik dengan pertanyaan pembuka tulisan ini di atas? Mengingat masa lalu, dimana saya dulu suka ngomporin teman2 akhwat kp3an buat nikah muda, hehehe. Sejenak mari kita merenungi (yah, kalo tulisan ini bisa direnungi si…..)

Tapi sebelumnya, tulisan ini dibuat bukan untuk ngompor2in nikah muda lho ya, mau nikah kapan yo itu tergantung dari kesiapan diri kalian masing2….saya nulis ini juga bukan berarti saya bakal nikah duluan ketimbang kalian. Saya hanya ingin berbagi tulisan og…..tulisan yang sangat sederhana sesederhana tulisan2 saya sebelumnya…..

A simple question: why man marry a woman?

Adakah yang bisa menjawab? Pertanyaan yang bisa dijawab secara subjektif, namun bisa juga dijawab secara objektif, ya tho? Dan saya akan mencoba menjawabnya secara objektif….

Rasulullah secara tegas telah memerintahkan para pemuda untuk menikah. Beliau bersabda “Wahai para pemuda, jika kamu sudah memiliki kemampuan untuk menikah, menikahlah. Sebab, itu lebih ampuh untuk menjaga pandangan mata dan kehormatanmu. Sedangkan yang belum mampu, hendaknya dia berpuasa, karena itu akan menjadi perisai. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Saking pentingnya pernikahan, Rasulullah menganggapnya sebagai separuh agama. Beliau bersabda, “Jika seseorang telah menikah, dia telah melengkapi separuh agamanya. Hendaklah dia bertakwa kepada Alloh dalam separuhnya lagi.” (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim).

Pernikahan sangat berfaedah bagi kesehatan individu maupun masyarakat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter, menegaskan bahwa pernikahan dapat menjauhkan seseorang dari kegilaan serta penyakit mental dan fisis yang disebabkan rasa kesepian. Pernikahan memuaskan nafsu dan naluri, sedangkan upaya mencari kepuasan di luar jalur pernikahan merupakan gerbang menuju beragam penyakit jiwa.

Secara ringkas, faedah pernikahan adalah sebagai berikut (sebagian saya ambil dari bukunya syaikh fuad shalih dalam buku ‘untukmu yang akan menikah dan telah menikah’):
a. Dapat menjaga kehormatan dan pandangan mata, dan melindungi agama dan akhlak.
Saya pernah dengar keluhan seorang teman akhwat. Dia agak jengkel dengan seorang teman ikhwan yang kalo lagi bicara itu pandangan matanya kemana2 alias gak mau lihat teman akhwat saya tadi. Teman saya bilang, ‘dia kok kaya gitu banget sih, padahal ustad X yang hapalannya lebih banyak, yang lebih sholeh aja gak sampe sebegitunya’. Jawaban simple saya apa? itulah bedanya orang yang telah menikah dan yang belum menikah. Orang yang belum menikah jauh lebih besar kemungkinannya untuk terjerumus dalam maksiat daripada orang yang telah menikah, ya tho? Jadinya ya bentengnya harus lebih kuat…..:D
b. Mengais pahala yang besar akibat melaksanakan perintah Alloh dan Rasul-Nya dalam hal pernikahan.
c. Mewujudkan ketenangan dan ketentraman batin antara suami dan istri. Sehingga dapat menjauhkan penyakit psikis dan fisik akibat kesendirian, keterasingan.
d. Menghasilkan keturunan yang saleh yang sangat penting dalam memperbanyak kuantitas kaum muslimim dan mendatangkan pahala yang besar bagi orang tua dalam mendidik dan bersabar atas kematian anak-anak mereka.
Buat para teman2 wanitaku, kalian mau tahu resep awet muda? Ini sudah terbukti pada superwomenku (ibuku). Punyalah banyak anak!! Hehehe. Serius lho, ibuku 43 tahun, tapi kaya masih 25 tahun. Pernah waktu itu dikira mahasiswa baru, padahal lagi nyari kos bareng adiku waktu di Jogja…pernah dikira juga anaknya baru satu (adik bungsu saya yang 4 tahun), gak percaya kalo udah punya anak kuliah😀.
e. Saling bersinergi dalam perkara agama dan dunia. Betapa banyak istri salehah menjadi penyebab suaminya mendapatkan hidayah, dan demikian sebaliknya.
f. Merajut relasi social, mengukuhkan ikatan cinta, kesepahaman, dan keakraban antar anggota masyarakat, sehingga dapat membawa kemajuan bagi mereka dalam aspek ekonomi.
g. Dll masih banyak lagi.
Nah, dari beberapa faedah yang telah disebutkan tadi, tidak sulit bukan untuk menjawab pertanyaan tadi? So….? Lanjutkan sendiri aja ya…hehehe.

Tulisan tambahan, tentang apa yang saya dengerin waktu seminar beberapa hari yang lalu di salman.
Proses pra nikah…..
Bagaimana cara memilih pasangan?
Hendaknyalah memilih pasangan berdasarkan:
a. Memilih pasangan yang baik agamanya (syarat mutlak ni….)
– Seakidah
– Baik ibadahnya
– Baik akhlaknya
– Jujur, amanah, bertanggung jawab, sopan, dll
b. Kufu’ (adanya kesepadanan) dalam hal:
– Agama
– Keturunan
– Strata social
– Status pendidikan
– Status ekonomi
Kufu’ yang benar2 dikehendaki oleh agama adalah yang seakidah, baik akhlak dan ibadahnya. Sedangkan yang lain adalah sebagai pelengkap saja. Kufu’ yang dimaksudkan juga bukan berarti harus sama, tapi setidaknya tidak jauh berbeda.
c. Mengetahui asal-usulnya
Apakah dia memiliki penyakit, cacat. Sudah menikah atau belum, sehat reproduksi, dll.
d. Jauh ikatan darah
Ini ditujukan untuk menghindari menurunnya gen yang lemah pada keturunan.

semoga bermanfaat……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s