Dunia Maya Remaja

Masih ingatkah ketika kecil dahulu kita terkadang suka berbaring di rerumputan sambil memandangi awan dan membayangkan bentuk hewan-hewan atau pun bentuk lainnya? Itulah imajinasi yang sering dialami oleh kita sewaktu kecil. Imajinasi adalah buah masak yang menggoda ketika masih kecil. Ketika besar, terkadang imajinasi itu disembunyikan atau bahkan dikubur dalam-dalam. Sedangkan imajinasi itu lahir di dalam bagian terdalam pikiran dan hanya mungkin dibatasi oleh pikiran itu sendiri.
Memang, ketika masih kecil imajinasi kita sangat tinggi. Namun, bukan berarti ketika besar imajinasi itu hilang sama sekali. Bahkan usia remaja merupakan umur di mana seseorang itu sangat pandai berimajinasi karena mereka tidak selalu mengetahui bagaimana seharusnya segalanya itu terjadi. Mereka bebas menjelajahi jalan-jalan yang belum ada dalam benak mereka.

Imajinasi bisa juga diartikan kuasa untuk melihat segalanya yang tidak kelihatan, mendengar segalanya yang tak terdengar, membaui segalanya yan tak bisa dibaui dan merancang atau mengubah kepingan teka-teki kehidupan.
Imajinasi itu memang diperlukan untuk menciptakan karya atau ciptaan baru. Tanpanya, tak mungkin tercipta komputer, pesawat terbang, Hukum Newton, dll. Membaca buku pun diperlukan kekuatan imajinasi. Namun, terkadang imajinasi itu bisa membawa—kaum remaja khususnya—ke suatu dunia yang hanya mereka lah pemegang kuncinya.

Remaja sendiri menurut orang barat adalah anak kecil yang sudah besar. sedangkan menurut Islam, remaja adalah orang dewasa yang masih kecil. Secara teoritis beberapa tokoh psikologi, remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan umurnya yaitu dari 12 sampai 21 tahun. Usia remaja itu sendiri adalah masa-masa penuh problematika dan masa pencarian jati diri. Di sinilah emosi sangat tidak stabil sehingga mereka terkadang melakukan perbuatan di luar kontrolnya.
Remaja sangat tidak suka apabila tidak dihargai, keberadaannya tidak diakui. Oleh karena itu, mereka bisa saja melakukan sesuatu yang selama ini ia sadari bahwa perbuatan itu salah. Misalnya merokok, pacaran, kabur dari rumah, mengkonsumsi narkoba, dll.
Masalah itu selalu muncul tanpa terduga. Masalah kecil pun terkadang bisa menjadi masalah besar. padahal sesungguhnya mukmin itu jiwanya damai, tidak mudah tergoncang. Ujian hidup baginya adalah fitrah sebagai didikan langsung dari Alloh sebagai wujud kasih sayang dan penghapus dosa. Namun, namanya juga sedang labil emosinya. Sehingga terkadang susah untuk berpikir jernih ketika dihadapkan suatu masalah.

Satu hal yang penting untuk dicermati adalah remaja mempunyai kecenderungan untuk merespon masalah mereka berdasarkan situasi dan kondisi mereka pada saat itu juga. Hal itu terjadi karena mereka masih minim pengalaman dalam meletakkan segala sesuatu secara perspektif. Salah satu solusinya adalah membiasakan mereka berpikir secara seimbang sehingga mereka tidak membesar-besarkan suatu masalah.

Wahai teman-temanku sesama remaja, kesedihan hanyalah dinding dua taman dalam satu ruang yang tidak sempit dan untuk menembusnya cukuplah dengan kebesaran jiwa para penghuninya. Jadi, don’t be sad jika dihadapkan suatu masalah. Perasaan sedih itu memang diperlukan, namun janganlah terlalu larut ke dalamnya.

Remaja sangat menginginkan sebuah perhatian yang lebih, baik dari keluarga maupun dari lingkungan sekitar, termasuk juga dari teman sebaya. Namun, kadang perhatian lebih yang diharapkan itu tak didapatkannya, atau mungkin lebih tepatnya ia merasa tidak mendapatkan perhatian tersebut.
Ketika seorang remaja merasa tidak mendapatkan perhatian yang ia harapkan—walaupun mungkin sebenarnya ia telah mendapatkannya—saat itulah ia membuat dunia ‘maya’nya. Namun, dunia maya ini tidak hanya ‘didirikan’ oleh remaja yang haus perhatian saja, tetapi juga oleh remaja yang mempunyai kekuatan imajinasi yang tinggi. Dunia maya ini hanya dihuni oleh si ‘pembuatnya’ dan orang imajinasinya yang ia kehendaki. Orang imajinasi ini bisa berupa bayangan orang terdekatnya atau bahkan hanyalah sosok fiktif belaka—tokoh kartun misalnya.

Dunia ‘maya’ yang saya maksud bukanlah dunia dalam internet atau pun SMS. Dunia maya yang saya maksud adalah dunia di mana kita bisa berbicara dengan siapa pun yang kita inginkan, bertemu dengan siapa pun yang kita inginkan dalam imajinasi kita. Hal ini terjadi saat sedang menyendiri. Mungkin susah untuk memahami bagaimana ini bisa terjadi bagi mereka yang belum pernah mengalaminya.
Saat ada masalah dan enggan untuk menceritakannnya kepada orang lain maka pergilah ia ke dalam dunia mayanya. Ia ceritakan semuanya tanpa beban kepada orang imajinasinya. Lihatlah keajaiban apa yang terjadi! Walaupun orang imajinasi ini hanyalah sebuah bayangan yang tak bisa berbuat apa-apa, tetapi si empunya dunia maya ini merasakan kelegaan yang sangat luar biasa seperti telah terbebas dari beban berat berton-ton. Ini bukanlah hanya cerita fiktif belaka, tetapi benar-benar terjadi pada sebagian remaja, terutama remaja putri, karena perempuan biasanya membutuhkan seseorang untuk mendengarkannya. Sedangkan remaja putra memang cenderung untuk bersikap diam dan tertutup ketika ada masalah. Namun, bahayanya adalah remaja putra tersebut biasanya akan lari kepada hal-hal negatif yang justru akan merusak diri sendiri apabila tidak mempunyai iman yang kuat. Orang imajinasi tidak hanya dijadikan sebagai pendengar yang baik, namun juga dijadikan sebagai teman atau bahkan keluarga—tentu saja hanya dalam imajinasi. Oleh karena itu mereka terkadang susah untuk membedakan mana dunia nyata dan dunia maya karena ia hidup di dua dunia—walaupun ini tak terjadi oleh semua orang yang memiliki dunia maya.

Apakah yang mereka lakukan dengan membangun dunia maya mereka itu salah? Salah, jika kita begitu saja memvonis apa yang mereka lakukan itu salah. Namun, tak benar juga jika kita membenarkan apa yang mereka lakukan. Sekali lagi, saya katakan bahwa imajinasi itu memang diperlukan suatu karya yang bermanfaat. Imajinasi juga dapat memotivasi kita untuk menggapai cita-cita. Namun, jika imajinasi itu digunakan untuk membangun sebuah dunia maya?

Menurut saya, jika bisa ‘bercakap’ mengeluarkan segala kegelisahan dan permasalahan kepada orang imajinasi dalam dunia mayanya, maka sesungguhnya ada sesuatu yang bisa lebih mau mendengarkan kita dan mau menerima kita. Jika orang imajinasi ini hanyalah sebuah bayangan yang tidak bisa melakukan apa pun untuk kita. Maka sesungguhnya ada Alloh di dekat kita. Kita memang tidak melihat Alloh, namun bukankah kita yakin bahwa Alloh itu Maha Melihat dan Maha Mendengar? Di manakah keyakinan kita ketika kita dihadapkan suatu masalah dan bukan kepada Alloh lah kita berlari? Alloh lah yang mau mendengarkan apa pun yang ingin kita katakan—walau hanya bisikan dalam hati—dan hanya Alloh lah yang bisa membuat hati kita menjadi tenang. Bukankah hanya Alloh lah yang paling dekat dengan kita? Jadi, mengapa kita tidak curhat saja kepada Alloh? Dijamin tidak akan rugi deh!

Di bawah ini ada beberapa sikap yang sebaiknya kita lakukan jika kita dihadapkan suatu masalah sehingga kita terhindar dari hal-hal negativ yang dapat merusak diri kita sendiri, yaitu:
a. Kuatkan Iman dan keyakinan kita kepada Alloh. Curhat saja sama Alloh dan keluarga atau sahabat yang dipercaya. Minta petunjuk kepada Alloh dengan meminta apa yang terbaik menurut-Nya, bukan yang terbaik menurut kita. Minta pendapat kepada keluarga atau sahabat untuk menyelesaikan masalah tersebut apabila kita tidak bisa menyelesaikan sendirian. Yang terpenting, jika kita curhat sama Alloh, maka hati kita menjadi lebih tenang. Nggak percaya? Coba dulu deh!

b. Cobalah untuk membuat buku harian yang isinya tentang kejadian, perasaan, dan harapan kita.

c. Kembangkan karakter dan sikap yang positif. Dengan hal ini maka kita akan terhindar dari hal-hal negatif, misalnya lari kepada narkoba, rokok, pacaran, atau bahkan bunuh diri. Na’udzubillahimindalik.

d. Mengikuti kegiatan yang positif dan bermanfaat. Selain dapat menambah pengetahuan dan pengalaman, menambah kegiatan juga dapat membantu untuk menghilangkan perasaan sedih yang mendalam.

e. Berpikir jernih dan bersikap dewasalah dengan mengendalikan emosi ketika menyelesaikan suatu masalah. Menangis memang kadangkala diperlukan, namun jangan terlalu hanyut dalam air mata tersebut.

f. Bersabar dan jangan khawatir, hukum masalah menyatakan bahwa setiap masalah insya Alloh ada solusinya. Percaya deh! La tahzan wa laa takhof, innallaaha ma’ana.
Sekarang, jalan pilihan teman-teman semuanya ada di tangan tema-teman juga. Akan membawa kekuatan imajinasi kalian untuk menciptakan suatu karya seperti Thomas Alva Edison atau untuk membangun dunia maya yang hanyalah merupakan semu belaka.

Hanya ini yang bisa kupersembahkan untuk kalian teman-temanku sesama remaja. Hidup ini hanya sekali. Salah, jika kita terlalu larut dalam permasalahan kita atau pun lari kepada hal-hal yang merugikan diri kita sendiri. Kita hidup tidak hanya untuk mendapatkan dunia saja, tetapi juga akhirat. Jadi, segeralah bangkit dan benahi hidup kita!

Ditulis kurang lebih lima tahun silam……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s