Semur ayam yang biasanya saya bikin ada 2 versi, yang satu pake bumbu kuning, satunya lagi gak pakai jahe dan kunyit:
Bahan:
1. Ayam potong
2. Bawang putih
3. Ketumbar
4. Jahe*
5. Kunyit*
6. Kemiri*
7. Garam
8. Gula jawa
9. Kecap manis

Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dapur Zalfa | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ketika di rumah kemarin, adik-adikku berkumpul, termasuk yang sedang SMA di luar kota. Dia bilang, “Aku dah terkenal pelit, nggak mau ngasih contekan”. Memberikan contekan jawaban ketika ulangan ke temannya atau pun mencontek ketika ujian, sama-sama tidak mau dilakukannya. Pernah suatu ketika sedang ulangan matematika, dan guru adikku itu bertanya, “Siapa yang sampai sekarang belum mencontek?”, dan spontan saja adikku itu langsung mengacungkan tangan. Di dalam kelas itu rupanya hanya adikku saja yang mengacung. Bangga? Tentu saja, karena anak-anak ayahku tidak ada yang suka berbuat curang. Tetapi juga miris. Apakah jumlah orang jujur semakin berkurang?
Lain lagi dengan adikku yang satunya lagi, sedang SMA juga namun satu kota dengan rumahku berada. Dia bilang, dia juga nggak pernah mencontek, tetapi kalau ngasih jawaban pernah. Jadi teringat ketika SMA dulu, teman satu bangku ku pernah ‘dilabrak’ oleh seorang teman hanya karena teman satu bangkuku itu tidak mau memberikan contekan.
“Kamu seneng kalau temenmu sampai ada yang nggak lulus?”
“Bukan gitu, kalau belajar bareng aku mau, tapi kalau ngasih contekan aku nggak mau.”
Kurang lebih begitu lah redaksinya (lupa, kejadiannya sudah hampir 5 tahun lalu). Aku yang duduk di sebelah temenku itu sedang membaca majalah, namun sebenarnya telinga dan fokusku ada pada pembicaraan mereka berdua. Alhamdulillah, tidak ada satu pun temanku yang berani ‘ngelabrak’ aku seperti itu. Atau mungkin sebenarnya temanku itu sengaja melabrak di depanku agar aku pun mendengarnya dan ikut ‘mikir’ juga? Ah, entahlah. Sedari dulu aku memang tidak mau mencontek atau pun memberikan contekan. Egois? Ya silakan simpulkan sendiri. Tapi buatku, apa sih manfaatnya mencontek? Tambah nilai? Nggak usah susah-susah belajar? Atau apa? Aku masih bertanya-tanya tentang ini. Karena bagiku tidak ada manfaatnya sama sekali melakukan kecurangan ini.
Dan di kampus ku sekarang, ada satu hal yang kusuka, yaitu nilai kejujuran di sini sangatlah dihargai. Coba saja kau berani mencontek, kalau dosen sampai tahu maka hukuman minimal yang akan kau dapat adalah tidak akan lulus plus skors satu semester. Kejam? Kalau dipikir-pikir memang kejam. Tapi itu juga untuk pelajaran buat yang lain agar tidak meniru perbuatan itu. Kalau ketika mahasiswanya saja sudah suka berlaku curang? Lalu bagaimana ketika sudah di dunia kerja nanti? Bahwa ada lulusan kami yang korupsi, itu memang benar. Tetapi tidak sedikit juga lulusan kami yang berkontribusi pada masyarakat. Kalau mau hitung-hitungan, aku masih yakin lulusan kami yang baik jauh lebih banyak daripada yang tidak baik, silakan disurvey saja…..
Ditulis dalam catatan kecil, curhat | Komentar Dimatikan
Bahan:
1. Roti tawar gandum 3 lembar
2. Susu kental manis
3. Telur ayam 1 butir
4. Madu 3 sdm
5. Air secukupnya
Cara:
1. Semua bahan campur jadi satu
2. Kukus hingga matang
Simpel tho? Tapi enak….
*buat ngemil menemani lemburan malam kek gini….
Ditulis dalam Dapur Zalfa | Tinggalkan sebuah Komentar »
Cita-cita pasti selalu berkembang, tidak mungkin berhenti–begitu yang seharusnya.
Catatan itu kutulis 10 tahun lalu di atas selembar kertas buram (karena sebenarnya diminta oleh guruku untuk menuliskannya ketika keputrian pekanan SMP dulu) dan beliau simpan. Ketika akhir kelas 3 SMP (kalau tidak salah waktu tahun itu), beliau mengembalikan kertas itu padaku. Takjub, ternyata kertas itu masih beliau simpan. Dan kini, aku pun masih menyimpannya……
Ditulis dalam catatan kecil | Tinggalkan sebuah Komentar »
Bahan:
1. Brokoli
2. Wortel 3 buah
3. Buncis 3 buah
4. Jagung 2 buah
5. Daun bawang
6. Ayam 1/4 kg
7. Telur ayam kampung 1 butir
Cara:
1. Rebus ayam, potong dadu besar
2. Potong sayur-sayuran
3. Haluskan bawang putih-bawang merah (perbandingan 3:1), merica, garam
4. Masukkan sayur dan bumbu halus ke dalam kaldu
5. Ketika sudah mendidih dan sayur empuk, masukkan telur ayam (sebelumnya telur dikocok dulu, biar gak cepet ngegumpel pas dimasukkan ke panci)
Dimakan selagi masih hangat…..
Enak, seger, n bergizi.
Ditulis dalam Dapur Zalfa | Tinggalkan sebuah Komentar »
Bahan:
1. Bayam
2. Udang
3. Kelapa tua untuk disantan
4. Bawang putih
5. Bawang merah
6. Kemiri
7. Kencur
8. Jahe
9. Kunyit
10. Ketumbar
11. Garam
12. Gula Jawa
Cara:
1. Cuci bersih udang (buang juga cangkang kepalanya)
2. Haluskan bumbu 4-11
3. Rebus udang dalam santan
4. Masukkan bumbu halus
5. Kalau sudah mendidih, masukkan bayam
6. Masukkan gula jawa
Ditulis dalam Dapur Zalfa | 2 Komentar »
Belum lama aku tinggal di daerah ini, belum genap empat bulan. Jadi satu-satunya jalan yang kuhapal (yah, karena aku memang tidak berusaha menghapal jalan2 tembus lain) adalah gang penghubung kos ku dengan pasar simpang—yah memang hanya itu.
Setiap dari kampus, jika tidak kesorean atau kemalaman, biasanya aku mampir belanja sayur di pasar simpang. Dari pasar simpang, jalan tembus yang biasanya kulalui untuk sampai ke kosan adalah lewat jalan kidang pananjung. Aku tahu, bagi sebagian besar penghuni cisitu, tentu saja jalan ini tidak asing. Tapi apakah semua yang melewati jalan itu memperhatikan ada apa di jalan itu?
Ironi, dua nenek yang umurnya kupikir tidak jauh berbeda, tetapi memiliki aktivitas yang sangat jauh berbeda. Lanjut Baca »
Ditulis dalam catatan kecil, curhat | 1 Komentar »
Berhubung pagi-pagi sudah kelaparan, dan harus kuliah jam 7, jadilah masak ini tadi pagi (karena dah gak punya sayuran -______-”).
Bahan:
1. Sekitar 100 g makaroni lafonte
2. 3 butir terlur ayam kampung
3. 3 sendok susu bubuk fullcream
4. Garam secukupnya
5. Irisan daun bawang
Cara memasak:
1. Rebus makaroni hingga lunak (sekitar 10 menit), beri garam sedikit. Angkat dan tiriskan.
2. Cairkan susu bubuk dengan seidkit air hangat, kocok dengan telur, tambahkan garam dan irisan daun bawang.
3. Adonan telur tersebut lalu dicampurkan ke dalam makaroni.
4. Kukus hingga matang.
5. Siram dengan saos (sesuai selera)
*jadi 3 porsi
Kalau mau lebih enak lagi, bisa ditambahkan keju dan irisan sayur (seperti wortel dan bayam) ke dalam makaroninya, dan daging cindang di saosnya. Lezat dan bergizi pastinya. Tapi berhubung kehabisan sayur, dan malas ke pasar ke pagi2 (plis lah ya, kuliah jam 7 gitu -_____-”), jadi pakailah apa adanya yang ada di kosan. Walaupun tanpa sayur, tetep lezat dan bergizi koooook…..:D
*mencoba mengurangi gorengan, menggantinya dengan kukusan–demi hidup sehat….
Ditulis dalam Dapur Zalfa | Tinggalkan sebuah Komentar »
Kau tahu? Dulu aku sangat-sangat suka sama makanan ini–pisang karamel. Apalagi pisang karamel coklat, wuihhhh……maknyuuuuuus banget. Pertama aku makan pisang karamel ya di Bandung ini. Di tahun awal-awal aku di Bandung, sering kali membelinya di depan kampus. Namun, semakin lama penjualnya entah pergi kemana. Dan akhirnya aku pun melupakannya.
Namun, sore ini, aku menemukan penjual pisang karamel kembali gara-gara menemani temanku membeli nasgor di belakang. Padahal sudah hampir 4 bulan ini aku selalu pulang melewati belakang kampus (kecuali untuk hari-hari tertentu yang harus lewat depan kampus). Mungkin, karena aku jalan terlalu lempeng gak noleh kanan kiri, hehe.
Tiba-tiba pertahananku untuk nggak makan gorengan dan jajan sembarangan pun runtuh. Tanpa pikir panjang, aku membelinya–3 sekaligus. Yah, walaupun aku tahu rasanya tak seenak dengan pisang karamel yang dulu suka kubeli, tapi ternyata tetap saja bisa melepas kerinduanku pada pisang karamel ini. Pisang karamel ini telah mengalahkan cintaku pada nangka goreng, pisgor, dan bakwan jagung, hehe.
So? Semoga besok-besok aku tak menemukan penjual pisang karamel ini atau semoga pertahananku untuk gak makan gorengan semakin kuat. *Mari hidup sehat, karena aku mencintai jantungku…..:)
Ditulis dalam curhat | Tinggalkan sebuah Komentar »
Bahan:
1. Sayur2an: wortel, kobis, buncis, dll (sesuka kalian aja)
2. Daging sapi, potong dadu
3. Bawang merah
4. Bawang putih
5. Kemiri
6. Garam
7. Gula
8. Asam jawa
9. Laos
Cara memasak:
1. Rebus daging sapi hingga empuk
2. Haluskan bumbu (3-6) (diuleg loh ya)
3. Masukkan sayur ke dalam kaldu daging tadi
4. Masukkan bumbu halus tadi
5. Masukkan asam jawa dan laos
6. Masukkan gula
7. Tunggu hingga matang
Sebagai pelengkap: nasi hangat, sambel terasi, dan ikan goreng, kerupuk…..maknyuuuus….
Ditulis dalam Dapur Zalfa | Tinggalkan sebuah Komentar »



